TAXI : Taksi Express Bisa Mengejar Blue Bird?

PT Express Taxindo Utama (TAXI), pengelola Taksi Express menikmati pertumbuhan tinggi setelah IPO. Akankan TAXI (Taksi Express) bisa mengejar BIRD (Taksi Blue Bird)?

Taksi Express didirikan oleh Peter sondakh lewat rajawali Corpora pada bulan desember tahun 1989 dengan jumlah kendaraan awal hanya 20 kendaraan. Dua tahun kemudian, yakni di 1991, Taksi Express menambah lagi jumlah kendaraan menjadi total 500 kendaraan. Kemudian, pada tahun 1995, Taksi Express menambah lagi jumlah kendaraannya menjadi total 800 kendaraan. Taksi Express bisa bertahan menghadapi 2 krisis besar, yakni Krisis Moneter 1998 dan krisis dunia 2008. Bahkan pada tahun 1998, saat banyak Taksi lain mengalami kebangkrutan, Taksi Express mampu menambah kendaraan hingga total berjumlah 1000 unit. Di akhir 2013, TAXI (Taksi express Grup) sudah memiliki lebih dari 10.000 kendaraan, dengan lebih dari 20.000 mitra pengemudi..

Saat ini, PT Express Taxindo Utama (TAXI) mempunyai 5 lini bisnis utama, diantaranya Taksi express Regular, Tiara Express (taksi Alphard), Limousine Express (penyewaan mobil cc besar), Eagle High (Penyewaan Bis), dan Eagle Taxi (taksi dengan tarif atas seperti Blue Bird). Saat ini, Taksi Express regular sudah ada di Jadetabek, Surabaya, medan, padang, semarang. Limousine Express melayani Jadetabek, Bandung, Bali, Lombok, Sedangkan Eagle High, Eagle express dan Tiara express hanya ada di Jadetabek. Lini bisnis Taksi Express regular masih mendominasi bisnis TAXI dengan jumlah total 94% dari seluruh kendaraan…

Di tengah ancaman serbuan Taxi apps dari Luar Negeri, TAXI juga meningkatkan kualitas sistem reservasinya dengan mengembangkan reservasi app dan system DDS (digital dispatch System) untuk memudahkan pemesanan Taksi oleh penumpang. Adanya berbagai inovasi lain seperti pembayaran non tunai, Wifi gratis, express Card, Taxi MPV avanza di semarang juga bisa menjadi nilai tambah pada pelayanan Taksi Express..

Model bisnis Taksi Reguler yang digunakan Taksi Express adalah berupa sistem kemitraan, dengan pengemudi menjadi mitra yang harus menyetor uang pangkal -sebagai jaminan bisa membeli mobil setelah kemitraan habis di tahun ke 7- dan uang setoran bulanan. Uang setoran bulanan itu mencakup uang setoran harian dan biaya pemeliharaan. Dari uang pemeliharaan inilah TAXI mendapat keuntungan lewat penjualan suku cadang ke mitra pengemudinya. Untuk lini bisnis lain umumnya menggunakan system sewa biasa dengan komisi atau gaji bulanan bagi para pengemudinya..

Prospek Bisnis Taksi di Indonesia

Menurut Kami, ada beberapa faktor yang harus kita pertimbangkan dalam menganalisis apakah Bisnis taksi di Indonesia masih menjanjikan atau tidak, diantaranya :

Apakah jumlah Kebutuhan Taksi di Indonesia lebih tinggi bila dibandingkan jumlah Taksi yang tersedia?

Apakah Kondisi Ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya menjanjikan?

Apakah Transportasi Umum di Indonesia kedepannya akan baik dan hal itu terjadi kapan?

Seperti apa Persaingan Taksi di Indonesia, apakah sudah begitu kerasnya sampai membuat pertumbuhan pendapatan tidak lagi sejalan dengan pertumbuhan laba?

Apakah Taxi apps seperti Uber, GrabTaxi, Easy Taxi, Lyft dan Hailo akan menggusur kedigdayaan perusahan Taksi Indonesia?

Kinerja Bisnis

Di tahun 2013, TAXI mengalami pertumbuhan bisnis yang baik, dengan mencatatkan pendapatan rp. 686 Milyar. Pendapatan tahun 2013 itu merupakan kenaikan 31,9 % bila dibandingkan dengan pendapatan rp.520 Milyar di 2012. Selain pendapatan, laba bersih juga tumbuh signifikan menjadi rp.132 Milyar atau meningkat 67% dari laba bersih tahun 2012 yang hanya rp.79 Milyar. Dengan laba sebesar itu, TAXI mencatatkan ROE sebesar 16,6 %. Peningkatan yang besar, namun belum tergolong angka ROE yang bisa dibilang memuaskan..

Peningkatan pendapatan ini dikarenakan meningkatnya jumlah kendaran yang dimiliki TAXI, yakni sebesar 21% di tahun 2013 menjadi lebih dari 10.000 kendaraan. Dengan mayoritas pendapatan yakni 84,6% pendapatan disumbang oleh Taksi Express regular. Pendapatan Taksi reguler meningkat 27% dibandingkan di tahun 2012.

Pendapatan dari penjualan suku cadang menyumbang 11,8% dari seluruh pendapatan TAXI, sedangkan berbagai lini bisnis lainnya hanya menyumbang 3,6 % dari pendapatan total..

Kondisi Keuangan

Dari sisi keuangan, TAXI mencatatkan peningkatan Total Asset di akhir 2013 sebesar 19,9% dari posisi total asset di 2012 sebesar Rp.1,782 Trilyun menjadi sebesar Rp. 2,137 Trilyun di 2013..

Aset lancar TAXI di akhir 2013 sebesar rp.596 Milyar dan Liabilitas Lancar sebesar rp. 575 Milyar, yang membuat current ratio sebesar 1,04, angka yang bisa dibilang lumayan..

Dari Liabilitas lancar TAXI yang tercatat rp.575 Milyar, terdapat rp.306 Milyar yang berupa hutang berbunga jangka pendek..

Liabilitas Jangka panjang TAXI tercatat rp.764 Milyar dengan jumlah hutang berbunga rp.603 Milyar. Hutang berbunga TAXI total berjumlah rp. 910 Milyar..

Dari Total liabilitas TAXI yang sebesar rp. 1,339,000 dan ekuitas yang berjumlah rp.797 Milyar, kita dapatkan DER TAXI berjumlah 1,7. DER TAXI naik sedikit bila dibandingkan tahun 2012 yang berada di angka 1,6. Dari seluruh hutang berbunga yang dimiliki TAXI, Gearing ratio TAXI berjumlah 1,1 yang tergolong masih aman..

Dari sisi Liquiditas dan Solvabilitas TAXI, kami melihat masih tergolong aman..

Namun, ada angka menarik dari sisi Arus kas dari aktifitas operasi TAXI, yakni adanya penurunan OCF sebesar rp.32 Milyar. Fakta ‘Kecil‘ yang semoga tidak terjadi dalam jangka panjang..

Dari sisi asset, ada akun yang ‘menarik’ yakni akun Goodwill yang cukup besar, yang berjumlah rp. 122,7 Milyar, bertambah rp.66 Milyar untuk akuisisi PT. EMK. Sayangnya, ada tidak ada penjelasan apapun tentang Goodwill ini yang bisa kami temukan..

Uniknya, di laporan arus kas keluar, terdapat akun pembelian ‘entitas anak’ sebesar rp.66 Milyar, Bila ‘entittas anak’ ini adalah PT EMK, apakah ini berarti PT EMK dibeli dengan harga rp.66 Milyar tanpa adanya asset fisik yang menyertai?

Wow..Unbelievable!

Manajemen

Manajemen TAXI secara operasional dan strategis tampak sangat baik dalam mengangkat TAXI menjadi perusahaan Taksi terbesar kedua di Indonesia. Berbagai rintangan dilalui, berbagai inovasi dilakukan dengan cepat dan hasilnya cukup sukses, terbukti dari peningkatan Profit dan pendapatan..

Namun, Bila kita melihat sepak terjang Rajawali corpora di BWPT (BW Plantation), agaknya siapapun harus berpikir dulu dua-atau seratus – kali sebelum membeli emiten yang dikendalikan oleh Rajawali Corpora, tak terkecuali pada TAXI.

Sayangnya..

PT Express Taxindo Utama (TAXI) FY 2013 :

Rating Prospek Bisnis :  A

Rating kinerja bisnis   :  B

Rating Keuangan        :   E

Rating manajemen     :   E

 

@dr_BramIrfanda

Uber Cs Mengancam Taksi di Indonesia?

Apakah kehadiran Uber dan taxi apps lain seperti Easy Taxi, GrabTaxi, Lyft atau Hailo akan menggusur kedigdayaan perusahaan taksi di Indonesia?

Beberapa saat yang lalu, Uber sempat menghebohkan Jakarta akibat rencananya untuk masuk ke bisnis taxi di Jakarta. Beragam suara penolakan menggelora di mana-mana.

Pertanyaanya, apakah perusahaan taksi di Indonesia akan terancam?

Bila melihat apa yang terjadi di bisnis Taksi di Amerika, agaknya perusahaan taksi di Indonesia bisa tersenyum lega. Sebagian besar taksi di amerika dimiliki oleh perusahaan kecil bahkan seringkali dimiliki si sopir itu sendiri. kalaupun ada perusahaan besar yang mengoperasikan taksi, umumnya hanya berjumlah ratusan kendaraan saja.

Karena itu, pelayanan Taksi di Amerika umumnya sangat jelek, bahkan menurut Bloomberg kebanyakan mendapat rating F dari pelanggan. Pelanggan Taksi di amerika susah untuk memesan taksi, kalaupun ada, pelayanan yang diberikan taksi itu jelek..

Kehadiran Uber dan Taxi apps lain, memberikan kemudahan dalam memesan taksi, Walaupun pelayanan yang diberikan kepada pelanggan juga tergolong standar alias sama jeleknya dibandingkan dengan Taksi standar disana, karena biasanya yang bergabung dengan Uber juga sopir Taksi biasa yang dibajak oleh mereka..

Hal ini tentu berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia..

Di Indonesia, karena transportasi umum belum dapat dibilang baik bila dibandingkan dengan Transportasi di amerika, taksi merupakan sarana transportasi pilihan karena sangat terbatasnya pilihan transportasi umum lainnya.

Akibat ini, Taksi di Indonesia mendapat limpahan keuntungan yang cukup besar yang bisa menjadi modal mengembangkan perusahaan menjadi besar dengan system bisnis yang baik..

Pelayanan Taksi di Indonesia pada umumnya baik, terutama taksi Blue bird. Blue bird yang telah membangun system pelayanan pelanggan yang begitu baik, bahkan sopir-sopirnya (relative) terkenal paling mempunyai pengetahun jalan yang paling baik, paling jujur, paling ramah dan paling bahagia (Sebulan terakhir ini kami survey beberapa sopir Blue bird) ..

Beberapa sopir Taksi Blue bird juga bercerita bahwa mereka lebih memilih bekerja di Blue bird karena gaji dan tunjangan lain yang mereka terima, lebih besar bila dibandingkan di perusahaan taksi lainnya. Selain itu, Blue bird banyak memberikan beasiswa ke keluarga sopir taksinya, akibatnya sebagian besar sopir blue bird yang kami survey mengatakan sangat bahagia bekerja di blue bird..

Sistem manajemen sopir seperti ini tidak bisa kita jumpai di perusahaan taksi semenjana, tidak juga di Uber dan Taxi apps lainnya..

Sistem pemesanan taksi di Blue bird dan express juga sudah menggunakan reservasi app untuk melayani pelanggan mereka, Taksi app ini melengkapi line telepon pemesanan taksi yang selama ini sudah cukup responsive dan baik..

Akibat dari hal ini, kami cukup yakin bahwa perusahaan taksi besar di Indonesia akan cukup kuat melawan serbuan Taxi app di masa depan, termasuk dari Uber sekalipun..

Jadi, secara umum kami memandang bahwa bisnis taksi di Indonesia masih menarik dan menjanjikan, minimal sampai transportasi umum di Indonesia kondisinya membaik. Namun, tentu prospek ekonomi yang baik dari suatu bisnis, tidak menunjukkan semua perusahaan yang bergelut disana akan ikut meraih kesuksesan, karena semua tergantung bagaimana manajemen perusahaan itu dalam merespon apa yang tengah dan akan terjadi di masa depan..

 

@dr_BramIrfanda

Bisnis Taksi di Indonesia, Masih Menjanjikan?

Beberapa tahun terakhir, bisnis Taksi sedang mengalami masa booming..

Bagaimana tidak, pendapatan dan keuntungan bersih beberapa perusahaan taksi terbesar naik sampai lebih dari 20% dalam beberapa tahun terakhir..

Namun, apakah bisnis taksi di Indonesia masih menjanjikan di masa depan? Baca Selengkapnya..

ADES (Akasha Wira), Kenapa Menurun?

PT Akasha Wira International Tbk (ADES), profit bersihnya menurun tajam di tahun 2013. Bagaimana Analisis Saham Fundamental ADES?

PT Akasha Wira International Tbk didirikan pertama kali di tahun 1985 dengan nama PT Alfindo Putra Setia. PT Alfindo Putra Setia melakukan IPO di tahun 1994, dan pada tahun 2004 perseroan diakuisisi oleh Water Partners Bottling S.A. (WPB), sebuah perusahaan patungan antara Nestlé S.A. dan Refreshment Product Services (anak perusahaan The Coca-Cola Company). Pada tahun 2008, Sofos, sebuah perusahaan Private Equity yang bermarkas di Singapura mengakusisi Water Partners Bottling S.A. (WPB) dan secara tidak langsung menguasai PT Akasha Wira International Tbk (ADES).. Baca Selengkapnya..

Toko Buku Karisma – PT Karisma Aksara Mediatama

PT Karisma Aksara Mediatama sebagai pengelola Toko Buku Karisma akan segera IPO. Bagaimana Analisis Saham Fundamental PT Karisma Aksara Mediatama? Baca Selengkapnya..