Jebakan Saham Emiten Konstruksi

Harga Saham emiten Konstruksi mengalami kenaikan besar-besaran beberapa bulan terakhir ini. Banyak Investor berasumsi bahwa focus pembangunan Infrastruktur Jokowi akan membuat emiten Kontruksi mengalami masa keemasan. Benarkah demikian? adakah jebakan yang patut diwaspadai investor terkait emiten Properti?

Program Infrastruktur  Jokowi

“Saya berikan arahan bahwa 2015, fokus kita pada infrastruktur. Kedua, di kegiatan yang berkaitan dengan pangan. Artinya lebih banyak di kementerian pertanian. Fokus kita sementara berada pada dua hal tadi,” kata Jokowi rapat kabinet paripurna menjelang libur Natal di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/12/2014) petang.

Melihat focus Presiden Jokowi, BAPPENAS langsung membuat berbagai rencana pembangunan Infrastruktur di seluruh Indonesia, berikut infografisnya:

INFOGRAFIS pembangunan infrastruktur JOkowi

Fokus Pemerintahan Jokowi dalam infrastruktur yang tampak sangat ambisius, membuat banyak investor berlomba-lomba membeli saham yang berhubungan dengan konstruksi..

Namun, sebelum ikut-ikutan membeli saham emiten konstruksi, alangkah baiknya kita terlebih dahulu memahami beberapa sifat bisnis emiten konstruksi berikut ini, agar kita bisa menilai emiten konstruksi dengan lebih baik :

  • Tingkat Piutang Bermasalah Besar

Semua Emiten Properti menghadapi klien pemberi kerja yang tidak mau membayar piutang tagihan pengerjaan proyeknya. Bila jumlah piutang tak tertagih ini kecil mungkin tidak masalah. Masalahnya, seringkali piutang bermasalah ini jumlahnya besar. Contoh piutang bermasalah  yang bisa kita gunakan adalah piutang PT Jakarta Monorail kepada ADHI. Perusahaan yang katanya konsorsium dengan modal ratusan trilyun rupiah ini mempunyai piutang sebesar rp. 26,693,761,000, yang sampai saat ini, masih belum jelas nasibnya.  Bila melihat rencana proyek monorail yang ditolak Ahok, agaknya Piutang ini bisa benar-benar harus di hapus bukukan oleh ADHI.  Jumlah Piutang Terancam macet (belum dibayar setelah lebih dari 2 tahun dari jatuh tempo) dari ketiga emiten konstruksi terbesar adalah sebagai berikut : ADHI rp.385M, WASKITA rp.9 M, WIKA rp.122M.

  • Ancaman Arus Kas Seret

Kas adalah darah bagi Bisnis. Oleh Karena itu kekurangan kas bisa menyebabkan terganggunya kinerja bisnis suatu perusahaan. emiten Konstruksi umumnya menghadapi dua penyebab terbesar penurunan jumlah Kas : pertama, adanya perjanjian kerjasama yang mensyaratkan pembayaran setelah proyek selesai dikerjakan sampai tahap tertentu atau bahkan sampai tuntas. Yang kedua, adanya keterlambatan pembayaran tagihan piutang dari pemberi kerja. Mirisnya, beberapa pemberi kerja proyek konstruksi WIKA dan ADHI mengalami kebangkrutan saat proyeknya selesai dan harus melakukan pembayaran.

  •  Ketergantungan yang Sangat Tinggi pada Manajemen dan Tim Kerja

Perusahaan Konstruksi merupakan salah satu tipe perusahaan yang sangat bergantung dengan Manajemen dan Tim kerja yang baik. Tim kerja yang baik akan memudahkan sebuah perusahaan konstruksi untuk menyusun proposal tender, mempresentasikan dan mengeksekusi suatu proyek konstruksi  dengan baik dan kompetitif.

Sewajarnya, karena SDM merupakan kunci utama kinerja, angka pergantian karyawan di perusahaan konstruksi terbilang besar. Bahkan, salah seorang sahabat kami yang bekerja di sector konstruksi bercerita bahwa di sektor konstruksi , ada banyak karyawan ‘kutu loncat’ yang berpindah-pindah tempat kerja agar standar gajinya naik. Hal yang cukup miris ini ternyata akan berkurang bila tercipta suasana kerja dan kantor yang nyaman . Oleh karena itu, untuk menurunkan tingkat keluar masuk karyawan d sector konstruksi, Adalah tugas utama bagi manajemen perusahaan konstruksi untuk menciptakan suasana bekerja yang nyaman bagi seluruh karyawannya

  • Kebutuhan Modal Besar

Bisnis Konstruksi besar membutuhkan modal besar untuk menyelesaikan pembangunan suatu proyek konstruksi. Sebagai Contoh,  pengerjaan pembangkit listrik 2×200 MW di Kalimantan yang dikerjakan ADHI membutuhkan dana sekitar rp.4 trilyun. Karena modal yang besar ini, umumnya angka DER perusahaan konstruksi jauh lebih tinggi bila dibandingkan perusahaan bidang lainnya

  • Tergantung Tender 

Setiap Proyek properti yang didapatkan emiten konstruksi merupakan suatu proses panjang yng dimulai dari proses tender. Kesuksesan suatu proyek perusahaan konstruksi dengan Perusahaan X, tidak berarti proyek selanjutnya dari perusahan X akan dimenangkan oleh perusahaan konstruksi itu, karena setiap proyek ditentukan pemenangnya lewat proposal tender yang masuk. Selain itu, repeat order juga sedikit dan hanya didominasi oleh proyek pemerintah serta BUMN.

  • Tingkat Leverage Besar

Tingkat leverage atau hutang yang besar adalah hal yang umum terjadi di emiten konstruksi. Ancaman arus kas yang seret seperti yang kami paparkan diatas, memaksa emiten Konstruksi untuk mencari hutang guna menambah modal kerjanya.  Tingkat Hutang yang besar seperti yang dimiliki tiga emiten konstruksi terbesar agaknya saat ini masih belum membahayakan, kecuali terjadi krisis ekonomi parah yang menghantam Indonesia

  • Kenaikan Harga Bahan Bangunan

Kenaikan bahan bangunan ditengah masa proyek berlangsung akan menurunkan margin usaha emiten konstruksi. Untungnya,  ada perjanjian pengerjaan proyek yang memungkinkan pertambahan biaya bila ada kenaikan harga bahan bangunan. Namun sayangnya, banyak pula klien pemberi kerja yang enggan mencantumkan hal tersebut, yang mana pasti menurunkan margin usaha emiten konstruksi tersebut..

Jebakan Saham Emiten Konstruksi

Dari beberapa sifat bisnis Konstruksi diatas, anda bisa menganalisis emiten konstruksi mana yang kinerjanya mengesakan dan emiten mana yang kinerjanya buruk serta malah menjadi jebakan investasi..

Emiten konstruksi mana yang terbaik menurut Anda?

Emiten konstruksi mana yang bisa menjadi jebakan Investasi menurut Anda?

 

@dr_BramIrfanda

Beberapa waktu kedepan, kami akan menganalisis emiten Konstruksi di BEI dan akan mempostingnya di blog ini, UNTUK MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU analisissaham.com , MASUKKAN EMAIL KE FORM DIBAWAH  INI

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Standing on The Shoulders of Giant Investors

Istilah Standing on the shoulders of giants pertama kali di populerkan oleh sir Isaac Newton lewat surat yang ditujukan kepada Robert Hooke, yang saat itu adalah sesama ilmuwan terkenal..

Namun, istilah itu tidak hanya dalam ilmu fisika, karena Istilah Standing on the shoulders of giants juga bisa kita lihat ada di dalam dunia Investasi bila kita meneliti sepak terjang Warren Buffett sejak dahulu kala..

Buffett pada awal mulanya sangat berpegang teguh pada ajaran Kuantitatif Benjamin Graham, Perlahan turut mengadopsi pemikiran kualitatif Philip Fisher dalam memilih saham..

Dalam Menentukan Nilai Intrinsik Suatu emiten yang tengah diteliti, Buffett tidak mengikuti pendekatan Graham, tapi malah mengadopsi pendekatan nilai dari John Burr William..

Dari ketiga Giants (Raksasa) inilah Warren Buffett mencatatkan imbal hasil rata-rata sebesar 19,7%/ tahun dari 1965 sampai tahun 2013..

Imbal Hasil yang sebegitu besar dalam jangka yang sebegitu lama (49 tahun!), membuat Buffett mencatatkan imbal hasil saham terbaik dan terlama di dunia, sepanjang sejarah..

Pertanyaannya, Apakah tanpa kehadiran Para ’Investor Raksasa’ yang menjadi Bahan Pijakan keilmuan Buffett, Buffett bisa mencatatkan imbal hasil begitu besar?

Saya meragukannya..

Walau ajaran ‘Margin of safety’ Ben Graham merupakan pokok utama dari investasi nilai, Phil Fisher dan John Burr William sangat berjasa bagi kegemilangan Buffett..

Bahkan di awal dan pertengahan tahun 1960an, Buffet masih sangat terpaku pada Strategi “Puntung Rokok” -strategi membeli saham perusahaan dengan kondisi bisnis yang buruk dengan harga diskon untuk mencicipi keuntungan terakhirnya- yang membuatnya terdampar di perusahaan Tekstil bernama Berskhire Hathaway yang masih disesali Buffett hingga sekarang..

Adalah Philip Fisher yang menjadi lampu penerang bagi Buffett untuk menggeser mindset investasinya..

Buffett adalah orang yang berdiri diatas pundak dari Para Investor Raksasa , yakni Benjamin Graham, Philips Fisher dan John Burr William. Karena sebab itulah, Buffett bisa ‘melihat lebih tinggi dari Para Raksasa Investasi’, dan menciptakan imbal hasilnya yang jauh melegenda daripada guru-gurunya..

Bila Investor tersukses seperti Buffett berdiri di pundak ‘para raksasa Investasi’ itu, kita harus juga mengikuti langkahnya, dengan sedikit banyak mengubah pendekatan Investasi sesuai keadaaan yang kita hadapi sekarang..

Mau?

 

@dr_BramIrfanda

Harga Saham Taksi Blue Bird Pasca IPO, menarikkah? (5/5)

PT Blue Bird Tbk, BIRD , baru saja melakukan IPO di harga rp.6500. Apakah Harga saham Blue BIRD Pasca IPO menarik? 

Analisa Harga Saham Blue Bird

Sebelum menghitung nilai intrinsic Blue BIRD, kita harus terlebih dahulu mengetahui seberapa besar pertumbuhan laba masa lalu Blue BIRD..

Bila kita menggunakan ‘Laba real’ Blue Bird yakni Laba Sebelum Penyesuaian Laba Proforma Yang Terjadi Dari Transaksi Restrukturisasi Entitas , Total Laba Komprehensif  Blue Bird sejak tahun 2011 sampai 2013 berturut-turut sebesar rp.388 M rp.440 M rp.713.202 atau mengalami kenaikan rata-rata 35,56%, yang mana lebih menunjukkan laba bersih yang sebenarnya.

Bila kita menghitung ROE dengan ‘Laba real’ Blue Bird yakni Laba Sebelum Penyesuaian Laba Proforma Yang Terjadi Dari Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, akan kita temukan angka ROE yang tergolong memuaskan, yakni : 38%, 42%, 59% atau rata-rata 46.3% pertahun..

Dengan pendekatan konservatif, kami proyeksikan laba bersih Blue Bird kedepannya akan naik sebesar rata-rata 20% selama lima tahun kedepan, yang kemudian disusul dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 5% selama lima tahun berikutnya, untuk kemudian stagnan selama 30 tahun..

Setelah kami hitung dengan metode DCF, maka kami dapatkan Nilai total Blue BIRD saat ini adalah sebesar rp.24,3 Trilyun..

Dengan nilai total sebesar rp.24,3 Trilyun, dibagi dengan jumlah saham Blue BIRD Setelah IPO yang beredar yakni sebesar 2.683.570.000 lembar, maka nilai intrinsic alias harga saham wajar per saham sebesar rp.9055 per saham.

Jadi, dengan harga per jumat 23 januari 2015 yang sebesar rp.11.400 per saham, kami menganggap harga saham Blue BIRD saat ini Overvalued.

PT Blue Bird Tbk, (BIRD), 2014 :

Rating Harga Saham : D

 

@dr_BramIrfanda

Agar makin MEMUDAHKAN ANDA MENGHASILKAN KEUNTUNGAN, Kami menyarankan Anda membaca SEMUA ARTIKEL TERKAIT dibawah ini, agar Anda mendapatkan kedalaman materi dan gambaran keseluruhan yang berhubungan dengan artikel diatas

Manajemen Taksi Blue Bird Pasca IPO, Baguskah? (4/5)

PT Blue Bird Tbk, BIRD , baru saja melakukan IPO di harga rp.6500. Bagaimana Analisa Manajemen Blue BIRD? Apakah Harga saham Blue BIRD Pasca IPO menarik?

Analisa Manajemen

Dalam hal profesionalisme, Manajemen Blue Bird terutama sang dirut yakni Pramono Prawiro layak mendapat nilai A. Sejak lulus FK UI, Pramono sudah ditugaskan oleh ibundanya untuk focus mengurus BLUE BIRD. Dan bukan hanya bertahan, Blue Bird dibawah Pramono menjadi perusahaan Taksi terbesar di Indonesia dan di dunia , di luar taxi app..

Prospektus dan laporan keuangan Blue Bird juga menggambarkan kualitas manajemen yang baik dan jujur, dimana segala masalah diungkapkan kepada public. Beban restrukturisasi yang cukup besar juga diungkapkan dengan jujur, tidak disembunyikan dengan trik akuntansi murahan seperti layaknya emiten abal-abal lainnya.

Sayangnya, Blue Bird mengalami banyak tuntutan dari (mantan) para pemegang saham anak usahanya. Yang paling heboh tentu tuntutan dari dr.Mintarsih Latief yang merupakan saudara kandung Pramono Prawiro sekaligus pemilik Gamya Taksi . Walaupun, Tuntutan hukum atas kepemilikan di Blue Bird Taxi oleh dr.Mintarsih sudah dikalahkan oleh Pengadilan Negeri . Alangkah baiknya kita lebih baik berhati-hati mengenai siapa yang salah dalam perebutan kepemilikan saham ini.

Untuk memastikan baik buruknya integritas manajemen Blue BIRD, kami mengusulkan diperlukan waktu tambahan 1-3 tahun. Hal ini bertujuan untuk menganalisis sepak terjang manajemen Blue BIRD dalam bersikap dalam keadaan baik maupun buruk..

PT Blue Bird Tbk, (BIRD), akhir 2014 :

Rating Manajemen : O

 

@dr_BramIrfanda

Agar makin MEMUDAHKAN ANDA MENGHASILKAN KEUNTUNGAN, Kami menyarankan Anda membaca SEMUA ARTIKEL TERKAIT dibawah ini, agar Anda mendapatkan kedalaman materi dan gambaran keseluruhan yang berhubungan dengan artikel diatas

Kondisi Keuangan Taksi Blue Bird Pasca IPO, Baguskah? (3/5)

PT Blue Bird Tbk, BIRD , baru saja melakukan IPO di harga rp.6500. Bagaimana Analisa Keuangan Blue BIRD? Apakah Harga saham Blue BIRD Pasca IPO menarik? 

Analisa Keuangan

OCF Blue Bird selama 6 bulan pertama di 2014 tercatat positif sebesar rp.629 Milyar, Hal ini menunjukkan kemampuan Blue BIRD menghasilkan cash yang besar..

Dari sisi asset, asset total Blue Bird per akhir kuartal dua 2014, sebesar rp. 5.494 Milyar..

Dari akun asset Lancar per akhir kuartal dua 2014, kas dan setara kas yang dimiliki Blue BIRD sebesar rp.349 Milyar. Sedangkan Piutang total Blue BIRD sebesar rp. 298 Milyar dengan ketertagihan lebih dari 99% dan penghapusan piutang tak tertagih yang tergolong sangat kecil, hanya rp.6 juta. Total aset lancar yang dimiliki Blue BIRD sebesar rp.642 M..

Di waktu yang sama, Total asset tak lancar Blue BIRD sebesar rp.4.852 dengan asset tetap sebesar rp.4,766. Aset tetap yang besar itu telah dikurangi penyusutan asset tetap tahunan sebesar rp.1,98 Trilyun..

Dari akun Liabilitas, Total Liabilitas jangka pendek Blue BIRD sebesar rp.1.669 T, dengan hutang bank jangka pendek sebesar rp.1.150.000. Sedangkan Total Liabilitas Jangka panjang Blue Bird sebesar rp.2.333, dengan posisi hutang berbunga jangka panjang sebesar rp.1.861 M..

Akibatnya, Total Liabilitas Blue BIRD sebelum IPO sebesar rp. 4.072 Milyar, dengan Total ekuitas sebesar rp. 1.608 dan saldo laba sebesar rp.1.083

Dari data-data ini, bisa kita dapatkan angka current Ratio Blue BIRD sebelum IPO sebesar 0,38, yang mana sekilas tampak memperihatinkan, namun bila melihat jenis bisnisnya tergolong Cashflow harian dan secara bisnis tergolong baik, maka Current ratio Bue Bird masih dapat diterima..

Namun, mengingat IPO Blue BIRD kemarin sukses menghasilkan penambahan ekuitas sebesar rp.2,45 triyun dan menurut rencana terakhir Blue Bird akan mengalokasikan dana IPO sebesar 53,04% atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk melunasi utang dan 1,15 T berupa Cash yang masih belum digunakan sebagai modal kerja, maka Saat ini Current Ratio Blue Bird yng sekitar 3 tergolong sangat baik..

DER sebelum IPO tercatat 2,53 , namun DER setelah IPO –bila rencana penggunaan dana IPO benar-benar dijalankan- menjadi 0,66 yang tergolong baik

Dari data diatas, kita dapatkan bahwa sebelum IPO, Blue Bird mempunyai kondisi keuangan yang belum begitu baik sama seperti emiten transportasi darat lainnya. Namun dengan diraihnya dana IPO yang cukup besar, saat ini kondisi keuangan BLUE BIRD -baik dilihat dari sisi likuiditas maupun solvabilitas- sudah memuaskan..

PT Blue Bird Tbk, (BIRD), akhir 2014 :

Rating Keuangan : A

 

@dr_BramIrfanda

Agar makin MEMUDAHKAN ANDA MENGHASILKAN KEUNTUNGAN, Kami menyarankan Anda membaca SEMUA ARTIKEL TERKAIT dibawah ini, agar Anda mendapatkan kedalaman materi dan gambaran keseluruhan yang berhubungan dengan artikel diatas