Harga Saham SMRU meroket, kerjaan Bandar?

Minggu lalu, Harga Saham SMRU (PT. SMR Utama Tbk) meroket hingga memaksa BEI mensuspend SMRU. Bagaimana Analisis Saham Fundamental SMRU? Apakah kenaikan harga saham SMRU hanya kerjaan Bandar?

PT. SMR Utama Tbk (PT. SOE MAKMUR RESOURCES Utama) dengan kode saham SMRU adalah perusahaan tambang mangan di Pulau Timor. SMRU merupakan perusahaan yang didirikan dan dikendalikan oleh keluarga Djajus Adisaputro, pemilik Bintang Jaya Group, dan telah melakukan IPO di tahun 2011..

Dari sisi Bisnis, tahun 2013 adalah masa buruk bagi SMRU. Seperti semua perusahaan tambang lain yang terkena pembatasan ekspor Ore, Kinerja SMRU juga memburuk. Penjualan SMRU tercatat selalu menurun sejak tahun 2011, dengan total penjualan 2013 hanya Rp.9 M..

Produksi batu mangan Perseroan dalam tahun 2013 sejumlah 4.002 M/T, menurun sebesar 84,22% (delapan puluh empat koma dua puluh dua persen) bila dibandingkan dengan hasil produksi batu mangan pada tahun 2012 yang sejumlah 25.367 M/T. Jauh dibawah target produksi setahun 2013 SMRU yang sebesar 58.000 M/T..

Rugi bersih SMRU pada tahun 2013 sebesar Rp45,55 miliar atau mengalami penurunan dibanding tahun 2012, yang mengalami kerugian sebesar Rp65,72 miliar..

SMRU sendiri BELUM PERNAH mencatatkan laba bersih, bahkan Akumulasi rugi bersih selama 5 tahun terakhir berjumlah Rp. 130M dengan total deficit modal akibat Rugi bersih sejak SMRU berdiri sebesar rp.133M..

Pada tahun 2013, SMRU mencatatkan ROE -20%, yang berarti operasional SMRU menghanguskan seperlima uang pemegang saham, hanya dalam tempo 1 tahun saja!

Dari sisi keuangan, Solvabilitas dan Liquiditas SMRU relatif baik dengan DER 12x dan Rasio Lancar 8x. Namun, perlu dicatat bahwa posisi keuangan yang relative baik ini diperoleh karena Manajemen pandai dalam menjual saham lewat IPO, jadi bukan dihasilkan dari operasional usaha..

Perlu dicatat pula, bahwa SMRU mencatatkan OCF negative sebesar rp.3,2 Milyar sehingga membuat posisi kas di akhir 2013 tinggal rp.2M, turun rp.17 M dari 2012..

Posisi Kas yang sedikian terbatas, seperti ‘yang sudah-sudah’ akan membuat SMRU melakukan Right Issue..

Dan benar saja, SMRU mengumumkan akan melakukan right Issue 1,01 Trilyun untuk mengakuisisi perusahaan Tambang Batubara PT Ricobana..

Well, menurut saya, akuisisi ini hanyalah merupakan aksi penghimpunan dana untuk menambal kerugian di operasinal SMRU. Di tengah harga batubara yang sedang tiarap dan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak ramah bagi bisnis Batubara, ‘agak’ aneh bila ada yang masuk ke bisnis batubara dengan harga premium..

Agaknya, Ricobana hanyalah umpan agar Right Issue SMRU laku terjual..

Dari sisi Manajemen, kinerja bisnis yang buruk dan Right Issue 87,5% dari total saham hanya 3 tahun sejak pertama kali IPO merupakan kesalahan manajemen yang teramat fatal. Tentu saja, hal ini membuat siapa saja yang membeli saham IPO SMRU kehilangan lebih dari 90% nilai investasinya hanya lewat satu kali libas..

Karena itu, jelas bahwa meroketnya harga saham SMRU adalah akibat dari permainan Bandar, bukan karena Faktor Fundamental saham SMRU yang meroket keatas..

PT. SMR Utama Tbk (SMRU) FY 2013 :
Rating Kinerja Bisnis : E
Rating Keuangan       : D
Rating Manajemen    : E
Rating Harga saham : E

 

@AnalisisSaham

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS)

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mempunyai PBV 0,65. Apakah RUIS tergolong Murah? Bagaimana Analisis Fundamental Saham RUIS?

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) berdiri sejak 1984 dan memfokuskan diri sebagai perusahaan jasa Teknis penunjang di sector minyak dan gas. Melihat dari sektornya, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) berada di suatu bisnis dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, keuntungan yang tipis dan kebutuhan modal yang besar..

Menurut seorang teman yang bekerja di perusahaan sejenis, kebutuhan modal perusahaan Jasa teknis penunjang di sector Minyak dan Gas cukup besar karena harus menggaji Engineer dan karyawan lain lebih tinggi daripada karyawan biasa yang tidak berada di sector Minyak dan Gas..

Selain Gaji Karyawan, Biaya Depresiasi dan Transport juga cukup besar, sehingga membuat laba bersih tidak bisa melambung tinggi..

Dari Kinerja bisnis, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mencatat kenaikan pendapatan yang cukup baik, dimana pendapatan tumbuh dengan angka rata-rata 14% per tahun dalam 5 tahun terakhir. Hal ini terjadi karena kinerja pelayanan RUIS yang tergolong baik sehingga mempunyai track record baik di kalangan Oil & Gas..

Sayangnya pendapatan yang tumbuh baik itu, tidak disertai oleh peningkatan Laba bersih yang konsisten..

Dalam 5 tahun terakhir, RUIS mencatat rata-rata laba bersih 18,4 Milyar per tahun. Dimana pada tahun 2011, laba bersih RUIS hanya tercatat Rp.3,2 Milyar, hal ini menunjukkan kerentanan RUIS akan penurunan laba bersih terkait peningkatan beban maupun penurunan pendapatan..

Dari sisi Keuangan, kondisi PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tidak dapat disebut baik karena DER yang berada diangka 3,9. DER yang begitu tinggi ini, ternyata disertai Angka Pinjaman berbunga dibanding ekuitas yang sebesar 3. DER yang setinggi ini, bisa membuat RUIS mengalami masalah besar ketika keadaan ekonomi dan bisnis secara mendadak memburuk..

Ancaman pada kondisi keuangan RUIS ini jelas tercermin dari besarnya beban bunga pinjaman yang harus dibayar di tahun 2013 yang sebesar rp.69 Milyar, atau meningkat sebesar 23% dibandingkan beban bunga 2012 yang sebesar rp.56 Milyar..

Terlihat, manajemen berusaha tumbuh dengan cepat namun kurang memperhatikan kondisi keuangan. Hal ini tampak dari Pertumbuhan Hutang berbunga yang sebesar 38,35% pertahun dalam 4 tahun terakhir..

Tingkat Pertumbuhan Hutang berbunga ini jauh diatas tingkat pertumbuhan laba bersih yang hanya mendaki dengan tingkat pertumbuhan 12 % pertahun, itupun dengan catatan adanya fluktuasi laba bersih dalam 5 tahun terakhir yang cukup signifikan..

Selain laba bersih itu, margin laba bersih dan ROA RUIS yang teramat kecil yakni di angka 1,6 dan 2,3, makin membuat kondisi keuangan RUIS tergolong rapuh..

Dari sisi Manajemen, kami melihat manajemen yang cakap dan agresif dalam hal bisnis, dimana RUIS berusaha menjadi perusahaan energy, bukan hanya sebagai perusahaan ‘pembantu’. Hal ini tercermin dari pergerakan manajemen RUIS dalam kerjasama dengan beberapa pihak dalam ekspansi di sector Energi antara lain Geothermal, Minyak dan PLTA.

Namun, sayangnya dalam berinvestasi , manajemen kurang memperhatikan kesehatan keuangannya sehingga saat RUIS dihadapkan dengan kondisi keuangan yang rapuh akibat overleveraged. Sebaiknya, manajemen RUIS mengingat pelaaran dari BLTA yang sempat berjaya di tahun 90an, namun sekarang tenggelam karena tidak berhati-hati dalam mengambil Hutang..

Semoga RUIS bernasib lebih baik daripada BLTA..

PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) FY 2013
Rating Kinerja Bisnis  : B
Rating Manajemen     : C
Rating Keuangan        : D

 

@AnalisisSaham

Analisis Saham Fundamental ABBA Mahaka Media

Suka dengerin Gen FM, Prambors, Delta Fm, atau Female Radio? Beberapa Radio terkenal ini dimiliki oleh Mahaka Media atau ABBA..

Selain beberapa Radio terkenal ini, Mahaka Media (ABBA) juga memiliki Harian Republika dan Jak Tv serta beberapa anak usaha lainnya..

Tampak mengesankan bukan?

Namun, apakah beberapa nama besar ini cukup berarti untuk membuat Fundamental ABBA menjadi baik bahkan layak disebut hebat? Baca Selengkapnya..

PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP)

Di awal 2013, BIPP dirumorkan akan diakuisisi di harga Rp.150, per saham. Bagaimana Analisis Saham PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP)? Baca Selengkapnya..

Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) Q3 2013

Pada tahun 2012, kinerja bisnis PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. emiten dengan kode saham AISA cukup baik, Bagaimana kinerja PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) sampai Kuartal ketiga 2013? Baca Selengkapnya..