Baca Analisa ini sebelum beli saham TAXI!

Perhatikan Analisa ini sebelum beli saham TAXI!

Dari analisis saham fundamental saham TAXI (PT Express Taxindo Utama) , kami menemukan FAKTA UNIK terkait adanya pembelian PT EMK (PT Ekspress Mulia Kencana) secara Cash..

Sebelum menelisik lebih dalam, berikut adalah dua paragraph yang kami tulis mengenai transaksi pembelian PT EMK (PT Ekspress Mulia Kencana) :

“Dari sisi asset, ada akun yang ‘menarik’ yakni akun Goodwill yang cukup besar, yang berjumlah rp. 122,7 Milyar, bertambah rp.66 Milyar untuk akuisisi PT. EMK. Sayangnya, ada tidak ada penjelasan apapun tentang Goodwill ini yang bisa kami temukan..

Uniknya, di laporan arus kas keluar, terdapat akun pembelian ‘entitas anak’ sebesar rp.66 Milyar, Bila ‘entittas anak’ ini adalah PT EMK, apakah ini berarti PT EMK dibeli dengan harga rp.66 Milyar tanpa adanya asset fisik yang menyertai?”

Karena penasaran, maka kami mencari informasi pembelian PT EMK (PT Ekspress Mulia Kencana) di prospektus IPO PT Express Taxindo Utama (TAXI) di tahun 2012, dan ternyata kami memperoleh data sebagai berikut..

PT EMK (PT Ekspress Mulia Kencana) adalah anak perusahaan dari PT ETA (PT Ekspres Transportasi Antarbenua). PT EMK baru didirikan oleh PT ETA pada awal tahun 2012, tepat beberapa bulan sebelum IPO TAXI berlangsung. PT ETA (PT Ekspres Transportasi Antarbenua) sendiri selain tercatat –di prospektus IPO TAXI- bermaskas di Bandara Halim, ternyata juga berkantor di Menara Rajawali.

Pemilik PT ETA? Dalam prospectus IPO TAXI hanya disebutkan bahwa PT ETA dimiliki oleh PT Elindo perkasa. Pertanyaanya, siapa dibalik PT Elindo Perkasa? Rajawali Corpora!

PT ETA (PT Ekspres Transportasi Antarbenua) lewat brand Premiair , merupakan anak usaha Rajawali Corpora yang terkenal dalam bisnis private jet..

Jadi, Pembelian PT EMK ini merupakan taktik dari Rajawali Corpora menciptakan easy (& big) money dengan menjual mahal  pada pihak luar –dalam hal ini investor yang ikut serta dalam IPO TAXI- anak usahanya yang boleh dibilang tanpa nilai dan tanpa asset..

Mungkin ada yang bertanya, bukankah pembelian PT EMK memberi  keuntungan bertambahnya ijin Taksi Regular sebanyak 2000 unit?

Memang benar, namun yang harus kita lihat jeli adalah penanda tanganan Jual beli saham  Bersyarat antara TAXI dengan pemilik PT EMK yakni PT ETA, menyatakan bahwa di bulan Juli 2012, kedua belah pihak mengadakan perjanjian jual beli saham PT EMK dengan syarat PT EMK -yang baru didirikan bulan april 2012- harus mendapat 2000 ijin Taksi di Bekasi, jawa barat. Ini berarti PT EMK saat itu belum memiliki 2000 ijin taksi itu, aka masih ‘kosong’ alias tanpa aset..

Bukannya, bila ingin lebih lancar, harusnya TAXI mengajukan sendiri permohonan ijin taksi sendiri karena  pasti dipandang sudah berpengalaman?

Toh, bila memang maksudnya hanyalah untuk mendapat ijin operasional Taksi di bekasi, mengapa harus memakai ‘tangan kiri’(PT EMK), bila ‘tangan kanan’ (TAXI) milik Rajawali Corpora lebih kuat? :D

Tapi, apakah hal ini terlarang atau melanggar hukum?

Kami kira tidak..

Namun, apakah aksi seperti ini tergolong etis?

Kami Kira juga tidak..

Agaknya sulit untuk menilai seseorang, yang menjual mahal sesuatu barang yang tidak bernilai –tanpa menjelaskan nilainya- pada orang-orang yang kurang mengerti nilai dan harga, bahwa ia etis dan bisa dipercaya..

Namun, tentunya hal ini mengandung banyak pelajaran dan harusnya menyadarkan kita bahwa ada pihak yang memang tidak terlalu suka ‘berbagi kue’ dengan investor diluar pihaknya..

Salah satu Tugas utama kita sebagai Investor saham adalah, mengenali siapa saja mereka..

PT Express Taxindo Utama (TAXI)

Rating manajemen : E

 

@dr_BramIrfanda

  • ada analisa yang sangat bagus ttg sepak terjang rajawali corpora di right Issue BWPT dari sahabat saya, Mas Teguh Hidayat, silakan lihat disini

TAXI : Taksi Express Bisa Mengejar Blue Bird?

PT Express Taxindo Utama (TAXI), pengelola Taksi Express menikmati pertumbuhan tinggi setelah IPO. Akankan TAXI (Taksi Express) bisa mengejar BIRD (Taksi Blue Bird)? Baca selengkapnya..

Uber Cs Mengancam Taksi di Indonesia?

Apakah kehadiran Uber dan taxi apps lain seperti Easy Taxi, GrabTaxi, Lyft atau Hailo akan menggusur kedigdayaan perusahaan taksi di Indonesia?

Beberapa saat yang lalu, Uber sempat menghebohkan Jakarta akibat rencananya untuk masuk ke bisnis taxi di Jakarta. Beragam suara penolakan menggelora di mana-mana.

Pertanyaanya, apakah perusahaan taksi di Indonesia akan terancam? Baca selengkapnya..

Bisnis Taksi di Indonesia, Masih Menjanjikan?

Beberapa tahun terakhir, bisnis Taksi sedang mengalami masa booming..

Bagaimana tidak, pendapatan dan keuntungan bersih beberapa perusahaan taksi terbesar naik sampai lebih dari 20% dalam beberapa tahun terakhir..

Namun, apakah bisnis taksi di Indonesia masih menjanjikan di masa depan? Baca Selengkapnya..

ADES (Akasha Wira), Kenapa Menurun?

PT Akasha Wira International Tbk (ADES), profit bersihnya menurun tajam di tahun 2013. Bagaimana Analisis Saham Fundamental ADES?

PT Akasha Wira International Tbk didirikan pertama kali di tahun 1985 dengan nama PT Alfindo Putra Setia. PT Alfindo Putra Setia melakukan IPO di tahun 1994, dan pada tahun 2004 perseroan diakuisisi oleh Water Partners Bottling S.A. (WPB), sebuah perusahaan patungan antara Nestlé S.A. dan Refreshment Product Services (anak perusahaan The Coca-Cola Company). Pada tahun 2008, Sofos, sebuah perusahaan Private Equity yang bermarkas di Singapura mengakusisi Water Partners Bottling S.A. (WPB) dan secara tidak langsung menguasai PT Akasha Wira International Tbk (ADES).. Baca Selengkapnya..